Kamis, 27 Desember 2012

Refleksi Akhir Tahun


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)


Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi, kecuali bagi orang-orang yang beriman dan orang-orang yang beramal kebaikan, yang saling mengingatkan untuk menjalani kebenaran dan saling menasehati untuk menjalani kesabaran. - Qur'an Surat Al Asyr Ayat 1 - 3

Waktu selalu berjalan maju dan menggilas apapun di depannya. Sedangkan umur justru surut berkurang. Seiring berkurangnya umur, maka kemampuan kita pasti berkurang. 


Banyak hal yang mengingatkan umur, mulai seremonial seperti Ulang Tahun, Peringatan Tahun Baru, sampai peringatan kehidupan itu sendiri seperti kelahiran dan kematian. 


Apakah peristiwa-peristiwa itu berlalu demikian saja tanpa membekas dalam hidup dan kehidupan kita. Rasanya masih kemarin kita bersuka ria masa anak-anak kita penuh cinta kasih dari orang tua, kemudian beranjak remaja dengan segala kisah kasihnya, belum lekang hal itu kita bekerja dan bertanggungjawab kepada diri kita, lalu menikah menanggung bersama kehidupan ini bersama kekasih kita. Tak terasa pula kita mendapatkan kehadiran putra atau putri di tengah kehidupan kita, semua terasa lengkap dan saling melengkapi kebahagiaan. Di tengah kebahagiaan itu, menyeruak berita sedih, Bapak kita meninggal, rasanya baru kemarin kita berpelukan, bertutur tentang hidup, hobi, kebersamaan, sedih dan bahagia. Tapi akhirnya semua serasa sirna dari depan kita, Sang maut merenggutnya. Belum habis airmata ini berderai, Ibu yang kita sayangi juga dipanggil olehNya. Semua serasa guncang. Serasa dunia berhenti berputar. Di pusara keduanya sering kita menangis menyampaikan salam rindu kepadanya. Kami yakin mereka mendengarnya. Tuhan, dalam kesedihan kutitipkan doa agar Engkau sayangi mereka, ampuni segala dosanya dan masukkan mereka ke surgaMu. 


Dzikrul Maut, memang suatu pelajaran yang sangat berharga dalam hidup. Kita yang tadinya cantik, tampan, kaya, berpangkat dan segala ego yang ada, ternyata tak berdaya menghadapi Sang Maut, mahluq Tuhan yang dipimpin malaikatNya untuk menjemput titipanNya kepada kita, yaitu hidup dan umur. 


Sudahkah kita mengabdi kepadaNya ? Sudahkah kita berguna dalam hidup kita ? Ataukah kita hanya bersenang-senang dengan fananya dunia ini saja ? 

Sebait pesan dari junjungan kita Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa alihi wasallam : 


إِغْتَنِمْ خَمْساًَ قًبْلَ خَمْسٍِ : حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَشَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ


”Manfaatkanlah lima (keadaan) sebelum (datangnya) lima (keadaan yang lain) : Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu” [HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi].

Semoga menjadi renungan kita bersama dalam mengakhiri tahun 2012 ini, agar kita bisa menggunakan sisa umur ini dengan sebaik-baiknya untuk mengabdi dan menggapai ridha Allah Subhanahu Wata’ala.

Kebenaran hakiki hanya milik Allah
Hamba Allah yang dhaif dan faqir
Dzikrul Ghafilin bersama Mas Derajad