Minggu, 01 April 2012

Islam dan Kasih Sayang


وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Artinya : "Dan tidaklah kami mengutusmu (Muhammad), kecuali menjadi rahmat seluruh alam semesta.

Kita sebagai umat Kanjeng Nabi Muhammad S.A.W. harus melaksanakan ajaran beliau yang dasarnya adalah menjadi "rahmat" yang berarti kasih sayang, kedamaian, kemaslahatan, dan kebaikan seluruh alam semesta.

Oleh karena itu tindakan perusakan baik hidup dan kehidupan adalah "pengingkaran" ajaran Kanjeng Nabi yang sangat kita muliakan.

Dalam suatu hadits, bahkan nabi tidak menyukai  untuk mendoakan dengan keburukan kepada orang-orang yang tidak mengikuti ajaran beliau :

عن ابي هريرة رضي الله عنه قال: ' قيل: يا رسول الله ادع على المشركين" ، قال: "إني لم أبعث لعانا وإنما بعثت رحمة" ' رواه مسلم. 
Ya Rasulullah, kutuklah orang-orang musyrik itu. Rasulullah SAW: "Aku diutus bukan sebagai pengutuk. Aku diutus semata-mata untuk mengasihsayangi." (HR. Muslim)

Jadi jelaslah disini bahwa fatwa atau ajaran segolongan dari umat Islam sendiri untuk melakukan pembunuhan, penghancuran dan perusakan terhadap umat lain dengan alasan apapun sangat tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah S.A.W. sebagai pembawa ajaran Islam sendiri.

Maka Umat Islam Harus Hadir Sebagai Kasih Sayang Seluruh Alam Semesta, tanpa perkecualian.

Kebenaran hakiki hanya milik Allah
Hamba Allah yang dhaif dan faqir
Dzikrul Ghafilin bersama Mas Derajad